Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat http://178.128.110.99/index.php/SD <p><em>Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat</em> merupakan jurnal nasional yang dapat menjadi sumber informasi ilmiah bagi para peneliti di dunia akademik, lembaga penelitian, dan instansi pemerintah. Hasil peneltiian dari berbagai perspektif penulis dengan latar belakang agama yang berbeda memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menyebarluaskan nilai-nilai agama yang dapat bersumbangsih bagi terciptanya kehidupan beragama yang harmonis.<br /><br />Penerbit jurnal ini adalah <a title="RCRS" href="http://reformed-crs.org/" target="_blank" rel="noopener">Pusat Pengkajian Reformed Bagi Agama dan Masyarakat</a> (RCRS) dan secara rutin menerbitkan dua kali setahun, pada bulan April dan Oktober, dengan jumlah edisi setiap artikel minimal lima artikel. Edisi pertama diterbitkan pada April 2014. Sejak Volume 4 Nomor 2 Tahun 2017, jurnal telah terakreditasi secara nasional oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, No. 30/E/KPT/2019 (11 November 2019). Pada Volume 8 Nomor 2 Tahun 2021, jurnal telah reakreditasi SINTA 3 hingga Volume 13 Nomor 1 2026 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 105/E/KPT/2022.</p> id-ID societas.dei@rcrs.org (Redaksi) pusatkajian@rcrs.org (Admin Pusat Kajian) Thu, 30 Apr 2026 11:25:18 +0700 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 <i>Magna Latrocinia</i> di Era Modern http://178.128.110.99/index.php/SD/article/view/560 <p>Krisis kepercayaan publik yang diakibatkan korupsi sistemik di Indonesia menandakan adanya masalah etis yang fundamental di kalangan pejabat publik. Pendekatan reformasi kontemporer (institusional, sosio-kultural, dan perilaku) cenderung sekuler-rasionalistik dan gagal menjawab pertanyaan teleologis mengenai tujuan hakiki kekuasaan. Untuk mengisi kesenjangan fondasi moral ini, penelitian ini berpaling pada etika politik Patristik. Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif, artikel ini menganalisis konsep <em>oikonomia</em> (penatalayanan) dari Basilius Agung dan <em>iustitia</em> (keadilan) dari Agustinus dari Hippo. Hasil analisis menunjukkan <em>oikonomia</em> Basilius mendefinisikan ulang jabatan sebagai penatalayanan bagi kaum miskin, sementara <em>iustitia</em> Agustinus menetapkan keadilan moral sebagai syarat legitimasi negara. Sintesis keduanya menghasilkan kerangka teo-etis yang mereformasi etos pejabat publik dengan mereorientasi tujuan jabatan dari kekuasaan menjadi pelayanan dan motivasi dari cinta diri menjadi cinta akan keadilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerangka Basilian-Agustinian menawarkan fondasi etika kebajikan yang melengkapi pendekatan reformasi yang ada dengan menggeser fokus dari sekadar “pejabat bersih” menuju “pejabat luhur” yang berintegritas moral.</p> Hendi, Sugianto Hak Cipta (c) 2026 Reformed Center for Religion and Society https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://178.128.110.99/index.php/SD/article/view/560 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0700